<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3136799884997735042</id><updated>2011-07-28T14:50:42.414-07:00</updated><title type='text'>my3altuen</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://imutpd.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3136799884997735042/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imutpd.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>burung-burung kecil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14843920256830292752</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_3sh8jXp-WNE/Slw22p8z10I/AAAAAAAAAAM/L41k8z7U-tk/s1600-R/teuku-wisnu-21.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>2</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3136799884997735042.post-3077967076391258919</id><published>2009-07-14T00:45:00.000-07:00</published><updated>2009-07-14T00:47:29.521-07:00</updated><title type='text'>Bagaimana seharusnya pengajaran fisika?</title><content type='html'>Sudah dikenal umum bahwa fisika merupakan salah satu bidang ilmu pengetahuan&lt;br /&gt;alam yang tergolong “keras”, artinya tidak mudah dipahami. Bahkan telah berkembang di&lt;br /&gt;kalangan siswa dan guru suatu mitos bahwa dari sononya fisika memang sulit dipelajari.&lt;br /&gt;Fisika kemudian menjadi momok dan ditakuti banyak siswa. Fisika dianggap sebagai onggokan&lt;br /&gt;rumus-rumus, yang menjerumuskan siswa dengan hafalan yang memusingkan&lt;br /&gt;kepala. Alhasil, nilai fisika para siswa termasuk yang terendah di antara seluruh mata&lt;br /&gt;ajaran di sekolah pada semua jenjang, mulai SD (pelajaran IPA) sampai perguruan tinggi.&lt;br /&gt;Hal ini sungguh memprihatinkan, karena fisika merupakan ilmu dasar yang harus&lt;br /&gt;dikuasai terlebih dulu dalam rangka penguasaan teknologi pada jaman modern ini. Fisika&lt;br /&gt;mempelajari watak dan perilaku alam, sehingga memungkinkan kita memanfaatkan dan&lt;br /&gt;mempekerjakan alam untuk kepentingan hidup manusia. Di negara maju, fisika selalu bahu&lt;br /&gt;membahu dengan ilmu lain di garis depan dalam usaha untuk mengembangkan iptek (ilmu&lt;br /&gt;pengetahuan dan teknologi).&lt;br /&gt;Pengalaman keseharian&lt;br /&gt;Manusia belajar tentang alam yang menjadi tempat hidupnya sejak ia dilahirkan.&lt;br /&gt;Apa-apa yang dialaminya kemudian menjadi pengalamannya. Bayi yang sudah dapat memegang&lt;br /&gt;sesuatu akan segera melongokkan kepalanya ke bawah jika barang mainannya&lt;br /&gt;terjatuh, semuda itu ia sudah mengalami gejala gravitasi! Pengalamannya tentang gejala&lt;br /&gt;alam yang lain seperti : gerakan, bunyi (melalui telinga), cahaya (melalui mata), panas,&lt;br /&gt;melengkapi pelajarannya tentang alam ini.&lt;br /&gt;Jika gejala alam sudah mulai dipelajari sedemikian dini, mengapa pada umumnya&lt;br /&gt;siswa merasa sulit mempelajari ilmu alam yang diberikan di sekolah? Seharusnya dengan&lt;br /&gt;pengalaman sehari-hari seperti itu, setiap orang akan merasa mudah mempelajari fisika.&lt;br /&gt;Fisika tidak mempelajari sesuatu yang abstrak, melainkan hal-hal nyata yang ada di alam&lt;br /&gt;sekitar. Adakah sesuatu yang salah pada pengajaran ilmu alam?&lt;br /&gt;Pengamatan pada metode pengajaran ilmu alam di sekolah-sekolah menelurkan&lt;br /&gt;dugaan, bahwa siswa kurang diberi pengalaman, kurang diberi kesempatan untuk mengalami&lt;br /&gt;sendiri gejala-gejala alam yang nantinya harus mereka pelajari dan kuasai. Ilmu alam&lt;br /&gt;tidak boleh dipisahkan dari watak alamiahnya. Gejala yang dipelajari di dalamnya betulbetul&lt;br /&gt;ada di alam sekitar, bukan semata-mata berupa simbol-simbol di atas kertas. Cara&lt;br /&gt;penyampaiannya pun harus disesuaikan dengan tingkat penalaran yang dimiliki oleh peserta&lt;br /&gt;didik yang menerimanya. Siswa sekolah dasar yang daya analisanya belum berkembang,&lt;br /&gt;tidak boleh dijejali dengan konsep-konsep abstrak berupa hukum-hukum, rumus,&lt;br /&gt;dan sejenisnya. Mereka perlu berkenalan terlebih dulu dengan gejala-gejala alam, orang&lt;br /&gt;bilang tak kenal maka tak sayang. Minat yang timbul dari keheranan, rasa ingin tahu dan&lt;br /&gt;kekaguman, menjadi modal yang amat besar bagi siswa untuk mempelajari dan memperdalamnya&lt;br /&gt;di kelak kemudian hari. Tampaknya para siswa telah menjadi korban salah&lt;br /&gt;asuhan metode pengajaran yang kurang tepat.&lt;br /&gt;WU no.32 TH IV Juni 1997 Bagaimana Seharusnya Pengajaran Fisika ?&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;Pengajaran di sekolah&lt;br /&gt;Kecenderungan yang umum terjadi dalam pengajaran fisika dewasa ini adalah&lt;br /&gt;penekanan yang terlalu besar pada pengerjaan soal-soal kuantitatif (melalui hitungan&lt;br /&gt;matematis). Padahal permasalahan pokok dalam fisika bersifat kualitatif (pemahaman&lt;br /&gt;perilaku alam). Kalaupun dilakukan perhitungan, hasil perhitungan itu harus dapat diterjemahkan&lt;br /&gt;arti fisisnya. Semua rumus yang dipakai memiliki cerita yang melatarbelakangi&lt;br /&gt;suatu konsep atau hukum. Rumus-rumus itu bukanlah sekumpulan simbol-simbol&lt;br /&gt;matematik tak bermakna yang mengerikan.&lt;br /&gt;Jalan pintas dengan menghafalkan rumus dan contoh soal tanpa disertai pemahaman&lt;br /&gt;cerita yang ada di baliknya membuat para siswa frustrasi. Hal ini dapat dilihat jika&lt;br /&gt;soalnya kemudian dimodifikasi, tampaklah bahwa siswa akan kebingungan. Frustrasi&lt;br /&gt;menghasilkan kebencian. Pada fase mental seperti ini, pengajaran fisika dengan metoda&lt;br /&gt;apapun sudah tidak ada gunanya lagi.&lt;br /&gt;Cara pengajaran fisika harus dikembalikan ke alam sesuai dengan domain yang dipelajarinya.&lt;br /&gt;Siswa diberi pengalaman, diajak melakukan pengamatan di alam sekitar atau&lt;br /&gt;secara terstruktur dalam laboratorium. Setelah cukup pengalamannya, barulah diajak&lt;br /&gt;mengkaji perilaku gejala-gejala alam tersebut. Untuk ini semua diperlukan alat-alat peraga&lt;br /&gt;dan praktikum, baik yang fisik (alat peraga di depan kelas, peralatan praktikum), maupun&lt;br /&gt;yang non-fisik (film, video, simulasi komputer).&lt;br /&gt;Kesinambungan cara penyampaiannya sejak tingkat dasar sampai perguruan tinggi&lt;br /&gt;amat penting untuk menunjang keberhasilan pengajaran fisika. Tingkat penalaran siswa sesuai&lt;br /&gt;dengan umurnya menentukan metoda yang harus dipakai. Berikut ini adalah cara pengajaran&lt;br /&gt;fisika yang ideal di berbagai jenjang pendidikan :&lt;br /&gt;a. 3 tahun pertama Sekolah Dasar&lt;br /&gt;Kata kunci : MENGENAL GEJALA ALAM&lt;br /&gt;Anak-anak masih suka bermain, mereka belum memiliki daya penalaran sistematika&lt;br /&gt;keilmuan. Dalam fase ini ilmu alam diajarkan sambil bermain, perkenalan mereka yang&lt;br /&gt;pertama terhadap gejala-gejala alam di sekitar.&lt;br /&gt;Contoh kasus : air dapat mengalir dari satu tempat ke tempat yang lain. Siswa diajak&lt;br /&gt;mengamati sungai, selokan, aliran air dalam pipa.&lt;br /&gt;b. 3 tahun kedua Sekolah Dasar&lt;br /&gt;Kata kunci : MENGENALI GEJALA ALAM&lt;br /&gt;Anak-anak sudah dapat diajak untuk memahami hubungan sebab-akibat. Keberadaan&lt;br /&gt;suatu gejala alam akan mengakibatkan terjadinya gejala yang lain.&lt;br /&gt;Contoh kasus : perbedaan tinggi tempat menyebabkan aliran air. Siswa diajak mengamati&lt;br /&gt;air terjun, aliran dari tandon air, membuat parit, sehingga mereka tahu jika ada aliran&lt;br /&gt;air tentu ada perbedaan tinggi tempat.&lt;br /&gt;c. Sekolah Menengah Pertama&lt;br /&gt;Kata kunci : MENALAR GEJALA ALAM&lt;br /&gt;Siswa sudah mampu menggunakan penalaran yang sistematis. Pengenalan hukum dan&lt;br /&gt;formulasi matematika gejala alam mulai diberikan. Konsep-konsep dasar mulai di-&lt;br /&gt;WU no.32 TH IV Juni 1997 Bagaimana Seharusnya Pengajaran Fisika ?&lt;br /&gt;tanamkan, keterampilan menghitung mulai dilatih. Praktikum mulai diadakan, untuk&lt;br /&gt;mengajak siswa mengenal langsung gejala alam secara sistematik dalam laboratorium.&lt;br /&gt;Contoh kasus : aliran air tunduk pada gravitasi bumi. Siswa diajak mengaitkan aliran air&lt;br /&gt;dengan gejala benda jatuh.&lt;br /&gt;d. Sekolah Menengah Umum&lt;br /&gt;Kata kunci : MENGANALISA GEJALA ALAM&lt;br /&gt;Siswa diajak memperdalam pengertian tentang suatu gejala alam melalui model sederhana.&lt;br /&gt;Analisa konsep sudah mulai dilakukan. Eksperimen dalam laboratorium dipakai&lt;br /&gt;sebagai ajang pengujian hubungan sebab-akibat dalam konsep-konsep fisika.&lt;br /&gt;Contoh kasus : hukum Bernoulli memberikan deskripsi tentang aliran sederhana. Siswa&lt;br /&gt;mulai diajak menganalisa model aliran sederhana secara lebih rinci.&lt;br /&gt;e. Perguruan Tinggi&lt;br /&gt;Kata kunci : MEMAHAMI GEJALA ALAM&lt;br /&gt;Secara menyeluruh mahasiswa di tingkat dasar diminta memahami gejala alam, dengan&lt;br /&gt;tujuan bersiap diri mengembangkan dan menerapkan konsep-konsep yang ada sesuai&lt;br /&gt;dengan bidang yang ditekuni. Di sini model-model yang dipelajari sudah meninggalkan&lt;br /&gt;bentuk sederhana dan mendekati alam nyata. Hal ini baru dapat dilakukan di perguruan&lt;br /&gt;tinggi karena matematika siswa sudah mencapai tingkat yang memadai untuk membedah&lt;br /&gt;persamaan-persamaan matematik yang dimiliki gejala alam.&lt;br /&gt;Contoh kasus : model aliran zat cair sudah memperhatikan kekentalan, kemampatan,&lt;br /&gt;dan turbulensi (olakan) yang membuat persamaannya menjadi persamaan matematik&lt;br /&gt;yang kompleks.&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;Pengajaran fisika harus memanfaatkan pengalaman sehari-hari sebagai landasan,&lt;br /&gt;oleh sebab itu perlu ditumbuhkan kesadaran bahwa materi pelajaran fisika tidak jauh dari&lt;br /&gt;kehidupan ini. Siswa harus diberi kesempatan melihat dan mengalami sendiri apa yang sedang&lt;br /&gt;dipelajarinya, baik melalui demonstrasi, praktikum, film, dan sebagainya. Jika bangsa&lt;br /&gt;kita ingin menguasai alam dan teknologi, saluran pengajaran fisika yang selama ini buntu&lt;br /&gt;harus segera dibuka.&lt;br /&gt;Kurikulum fisika harus dibuat secara terpadu pada seluruh jenjang pendidikan,&lt;br /&gt;dengan memperhatikan usia siswa yang mempelajarinya. Tindakan terburu-buru dengan&lt;br /&gt;usaha menanamkan konsep dan tuntutan melakukan perhitungan-perhitungan sedini&lt;br /&gt;mungkin akan menjadi bumerang. Siswa mempelajari fisika dengan porsi yang sesuai dengan&lt;br /&gt;daya nalarnya pada saat ia belajar.&lt;br /&gt;Ada motto dalam pengajaran ilmu pengetahuan alam yang amat baik dicamkan&lt;br /&gt;oleh para guru kita :&lt;br /&gt;Saya mendengar, saya lupa&lt;br /&gt;Saya melihat, saya ingat&lt;br /&gt;Saya melakukan, saya mengerti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oleh : Sugata Pikatan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3136799884997735042-3077967076391258919?l=imutpd.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imutpd.blogspot.com/feeds/3077967076391258919/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imutpd.blogspot.com/2009/07/bagaimana-seharusnya-pengajaran-fisika.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3136799884997735042/posts/default/3077967076391258919'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3136799884997735042/posts/default/3077967076391258919'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imutpd.blogspot.com/2009/07/bagaimana-seharusnya-pengajaran-fisika.html' title='Bagaimana seharusnya pengajaran fisika?'/><author><name>burung-burung kecil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14843920256830292752</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_3sh8jXp-WNE/Slw22p8z10I/AAAAAAAAAAM/L41k8z7U-tk/s1600-R/teuku-wisnu-21.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3136799884997735042.post-2459536610386205119</id><published>2009-07-14T00:14:00.000-07:00</published><updated>2009-07-14T00:20:09.184-07:00</updated><title type='text'>yang menyusahkan dalam hidupqu</title><content type='html'>pertama x buka internet n bwt tugas yg di berikan dosen,&lt;br /&gt;sempet puyeng sich al_a aq g' tw ap2 soal dunia maya ini.&lt;br /&gt;ini adalah hal yang paling susah dalam hidupqu n akan qu kenag slalu dalam seumur hidupqu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3136799884997735042-2459536610386205119?l=imutpd.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imutpd.blogspot.com/feeds/2459536610386205119/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imutpd.blogspot.com/2009/07/yang-menyusahkan-dalam-hidupqu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3136799884997735042/posts/default/2459536610386205119'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3136799884997735042/posts/default/2459536610386205119'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imutpd.blogspot.com/2009/07/yang-menyusahkan-dalam-hidupqu.html' title='yang menyusahkan dalam hidupqu'/><author><name>burung-burung kecil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14843920256830292752</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_3sh8jXp-WNE/Slw22p8z10I/AAAAAAAAAAM/L41k8z7U-tk/s1600-R/teuku-wisnu-21.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
